Sastro lisan 1
Urip iku sepisan, ketoro suwi nanging sejatine urip iku cekak umure. Mati urip dadi takdire saben siro. Opo wae sing teko bakale yo nyingkrih. Ning ndonyo bakale diwalek koyo malek dlamakan tangan. Jo wani-wani yen wedi, lan jo keweden naliko wani. Niti mongso ra perlu kemlinthi. Mlaku ae sak lakumu ning jo sakarepmu. Kabeh ono dalan lan watese dewe. Kyo banyu ng njero adah. Ra bakal banyu ngluwihi wadahe. Pecah wadahe, ambyar banyune. Coro laku kalah karo nepsu, dadine ra petuk ngone mlaku, malah nelongso teko ra kiro-kiro. Seje menungso seje dalane, ning sejatine podo. Iku ngono yo mung gusti Allah sing ngerti bener salahe. Naliko wes wayahe, kabeh menungso bakale nyekseni kabeh kuwi. Awit soko lahir nganti tekane pati. Sopo siro naliko urip nandur winih sing becik bakale yo ngunduh lakune kuwi, yen sopo sing nandur luput, yo wohe luput kuwi sing bakale dirah. Ono awan ono bengi. Awan padang ning akeh sing malah marani peteng. Bengi peteng, kuwi ngono cahyaning gusti madangke ati ngluwihi padange awan, ning akeh sing podo gak ngerteni. Sejatine urip iku mati, lan mati iku urip.
Konsisten???
Kemaren ada pertanyaan tentang konsisten... Banyak jawaban, beda, bukan salah, beranekaragam, macam sudut pandang. Ada yang bilang tetap, setia, statis, konstan, stabil, dll. Tak satupun itu ada yg salah, hanya saja menurutku konsisten tak sesempit itu. Konsisten tak hanya satu sikap. Konsistens bagiku gabungan beberapa sikap yang berjalan saling berkesinambungan. Pertama jelas tanggung jawab atas apa yang kita pilih. Seorang dikata konsisten merupakan orang yang mampu mempertanggungjawabkan apa yang telah dipilihnya. Seorang konsisten pantang untuk lari, atau pergi jika terjadi kegagalan, kesalahan, atau kecacatan dari apa yang dia pilih. Kemudian seorang konsisten adalah orang yang berani. Berani mempertahankan pilihannya skalipun dunia tak berkawan. Namun kemudian berani jugalah harus diimbangi pikiran yang rasional, juga teliti. Paham mana benar dan salah. Bukan sekedar BONEK. Sikap bonek lebih dibilang kepala batu dari pada konsisten. Karena konsisten juga perlu sikap terbuka menghadapi dunia yang terus berkembang. Banyak orang bilang dirinya konsisten namun masa bodoh dengan globalisasi, acuh terhadap modernisasi. Berkembangnya jaman ke arah kompleksitas yang maksimum, membuat hidup rawan salah dalam memilih. Maka dari itu konsisten juga perlu integritas yang berkualitas. Salah pilih berujung pada penyesalan, apalagi ditambah keras kepala yang anti keterbukaan. Hal ini akan semakin menisbikan jalan kebenaran yang sejati. Ketika datang kebenaran, tanpa integritas akan melahirkan interpretasi kebenaran itu jauh dari kebenaran sejati. Berani memilih dengan menggunakan integritas, konsekuensi dihadapi dengan penuh tanggung jawab, terbuka terhadap dunia dengan penuh ketelitian, kelak konsistensi bisa berjalan semestinya. Konsisten atau teguh hati berbalik menjadi subjek dalam menerima kompleksitas yang menipu dewasa ini. Jaman dengan pilihan kian kompleks, konsisten mudah runtuh.
Cara gampang adalah menyadarkan diri bahwa kebenaran sejati itu selalu menunjukkan keberadaannya, yakinkan ada yang maha tahu segala sesuatu. Aku bisa bilang manusia ada 3, pertama manusia itu tahu, kmudian tidak tahu, dan satunya sok tahu. Jaga semangat, teguhkan hati, berani bertanggung jawab, dan yakin ada Allah swt yang maha perkasa dari yang paling perkasa sekalipun, maha penolong dari yang paling ringan tangan sekalipun, maha pengampun dari yang paling pemaaf sekalipun. Ya rabb... Engkaulah aku milikmu seutuhnya juga selamanya... Yakinkan aku, jagalah aku, ampunilah aku, tolong antarkan aku kepada hal baik bagiku... Allahu akbar, laahaulaawalaakuwata illa billah...
Cara gampang adalah menyadarkan diri bahwa kebenaran sejati itu selalu menunjukkan keberadaannya, yakinkan ada yang maha tahu segala sesuatu. Aku bisa bilang manusia ada 3, pertama manusia itu tahu, kmudian tidak tahu, dan satunya sok tahu. Jaga semangat, teguhkan hati, berani bertanggung jawab, dan yakin ada Allah swt yang maha perkasa dari yang paling perkasa sekalipun, maha penolong dari yang paling ringan tangan sekalipun, maha pengampun dari yang paling pemaaf sekalipun. Ya rabb... Engkaulah aku milikmu seutuhnya juga selamanya... Yakinkan aku, jagalah aku, ampunilah aku, tolong antarkan aku kepada hal baik bagiku... Allahu akbar, laahaulaawalaakuwata illa billah...
Akhirnya bus juga
"tarif tiket kreta sancaka bisnis 90 ribu" begitu intinya tulisan di papan pengumuman di ruang restorasi stasiun gubeng. Ditambah info tarif surabaya madiun 75 ribu. Keluar stasiun melangkah gontai, bibir mengering, muka cemberut, perut keroncongan, sampai keluar dua tanduk. Matahari sumringah melihatku, sampai-sampai membakar aspal. Hah, haruskah setiap long weekend kaya gini. Andai ada trayek pesawat surabaya madiun, dengan pramugari yang cantik, jatah makan minum, tempat tidur, ada hotspot, indomaret, walau tarif 10 ribu pasti aku belain pilih naik pesawat. Tapi tiba-tiba jin jawa di sebelah berbisik kenceng banget "NGIMPIIII....". Ah, bener itu gak mungkin.
Masih di atas sepeda motor, aku tanya. Gimana kalo naik motor aja pulang kampungnya??? Boleh juga. Surabaya madiun bensin kurang lebih habis 20ribu, termasuk murah. Dari surabaya ke madiun sekitar 3jam, ga kalah ma naik kereta. Paling macet cuma di ahmad yani, habis itu di sepanjang sama bus, truk tanki, puso, trailer, traktor, tank. Pokoe dibuat syuting transformer cocok dah. Habis itu masuk krian lancar beuth... Sampai nganjuk. Trus masuk saradan pas udan deres campur angin, jas hujan tembus, jalan licin, lampu mobil, bus, dan truk pada ngedem. Hujan lama banget sampai caruban, baju basah kuyup campur air kubangan yang kegencet ban mobil, tas dan isinya juga. Sampai balerejo cuaca berubah ekstrim, matahari tiba-tiba menyengat, asap kendaraan mirip asap dari cerobong pabrik menempel di badan dan muka. Motor tiba-tiba tersendat lantaran knalpot kemasukan air. Sampai pertigaan ring road madiun hampir diserobot bus yang mau masuk terminal. Akhirnya sampai rumah dengan badan pegal-pegal serasa patah semua sendi dan rusuk, tapi ibu malah mengusirku dan justru bertanya aku ini siapa. Wah penasaran aku berkaca di spion motor, dan ternyata wajahku berubah, seperti habis di face off pake pantat panci yg gosong. Item gelap hanya bibir mengering. Dan kembali jin jawa menyambangiku, tapi tak lagi berbisik, justru satu ember air comberan meluncur kemukaku. Ah, lagi-lagi aku berfantasi tak senonoh.
Tiba dikontrakan aku langsung ke kamar lalu istirahat sambil mikir pulang naik apa. Dan akhirnya bus jadi jalan keluarnya.
Janjian ma kawanku jam setengah 3, dia masih kul. Maka aku segera persiapan pulang. Yakni tengkurap dan namatin mini game yang ada di laptop. Hahaha... Maaf sob, sebenarnya itu yang aku sebut persiapan.
Janji memang sulit buat nepatin. Dari janjian jam setengah 3, molor sampai jam setengah 4 aku baru meluncur jemput kawanku. Karena dia kuliahnya molor juga, ditambah susahnya nyelesein satu level gameku. Hehehe... Akhirnya kopdar juga di dpan fib, depan kampusku pula, otomatis ada beberapa mahkluk teriak memanggilku. Mereka fansku dikampus maybe...^_^ Langsung jalan ke terminal, rada macet karena pas jam pulang, tapi untung ga hujan. Tiba di terminal skitar pukul 4, lalu parkir. Tak begitu rame, pertanda doaku terkabul. Aku tadi berdoa agar orang yang mau naik bus pada pindah naik kreta, dan terbukti, Amien... Langsung masuk bayar peron, dan jalan sok cool menghindari rebutan penumpang. Dapet bus sk tapi tak pake ac. Ga papa yg penting dapat tempat duduk di tengah.
Ow ya kawanku itu inisial namanya ju...ju...t jelas terbaca dan pasti nama aslinya ^_^ piss!! Kenalnya ga tau dimana, cuma dulu kalo ga salah satu atap. Atap sekolahan maksudnya. Terus sekarang kebetulan sama-sama kuliah di surabaya. Mungkin dia lagi kangen ma keluargae, katae uda lama ga pulang semenjak UTS lalu. Wah, kalo dia laki mungkin cocok jadi bang toyib ^_^.
Selama perjalanan naik bus, biasa ja kaya orang yang naik bus. Kalo ga melek ya merem ^_^. Tapi geje nek baru naik langsung merem. Ya ngobrol ga jelas lebih bisa dimaklumilah. Sekedar ngilangin bosen. Saking asik ngobrol, gak kerasa nek udah nyampek caruban. Jadi bentar lagi nyampek sudah dikotaku madiun. Tapi parahnya sampai balerejo nglames, rasae mata berat banget buat tetep melek. Melamun dikit aja uda jadi mimpi. Gak lucu kalo kebablasan. Bersih keras usahaku tetep melek, sampek lupa kalo aku lapar sebenere, akhirnya perjalananku naik bus ini kuanggap sukses. Tak ada gangguan seperti kemarin yang digrayangi mbok2... Diluar itu aku sampai madiun dengan sehat dan utuh. Juga masih diakui ibu sebagai anaknya. Muka ga kaya di face off walaupun asline emang item. Si jujut pulang dijemput ibunya, aku dijemput kawanku.
Ya begitulah mungkin satu lagi komedi kehidupan diputar buatku. Mungkin ada nama yang bersangkutan di atas sory nek nyinggung. Ni cuma nyoba ngebeki blog ae. Just kidding tentunya!! ^_^
Masih di atas sepeda motor, aku tanya. Gimana kalo naik motor aja pulang kampungnya??? Boleh juga. Surabaya madiun bensin kurang lebih habis 20ribu, termasuk murah. Dari surabaya ke madiun sekitar 3jam, ga kalah ma naik kereta. Paling macet cuma di ahmad yani, habis itu di sepanjang sama bus, truk tanki, puso, trailer, traktor, tank. Pokoe dibuat syuting transformer cocok dah. Habis itu masuk krian lancar beuth... Sampai nganjuk. Trus masuk saradan pas udan deres campur angin, jas hujan tembus, jalan licin, lampu mobil, bus, dan truk pada ngedem. Hujan lama banget sampai caruban, baju basah kuyup campur air kubangan yang kegencet ban mobil, tas dan isinya juga. Sampai balerejo cuaca berubah ekstrim, matahari tiba-tiba menyengat, asap kendaraan mirip asap dari cerobong pabrik menempel di badan dan muka. Motor tiba-tiba tersendat lantaran knalpot kemasukan air. Sampai pertigaan ring road madiun hampir diserobot bus yang mau masuk terminal. Akhirnya sampai rumah dengan badan pegal-pegal serasa patah semua sendi dan rusuk, tapi ibu malah mengusirku dan justru bertanya aku ini siapa. Wah penasaran aku berkaca di spion motor, dan ternyata wajahku berubah, seperti habis di face off pake pantat panci yg gosong. Item gelap hanya bibir mengering. Dan kembali jin jawa menyambangiku, tapi tak lagi berbisik, justru satu ember air comberan meluncur kemukaku. Ah, lagi-lagi aku berfantasi tak senonoh.
Tiba dikontrakan aku langsung ke kamar lalu istirahat sambil mikir pulang naik apa. Dan akhirnya bus jadi jalan keluarnya.
Janjian ma kawanku jam setengah 3, dia masih kul. Maka aku segera persiapan pulang. Yakni tengkurap dan namatin mini game yang ada di laptop. Hahaha... Maaf sob, sebenarnya itu yang aku sebut persiapan.
Janji memang sulit buat nepatin. Dari janjian jam setengah 3, molor sampai jam setengah 4 aku baru meluncur jemput kawanku. Karena dia kuliahnya molor juga, ditambah susahnya nyelesein satu level gameku. Hehehe... Akhirnya kopdar juga di dpan fib, depan kampusku pula, otomatis ada beberapa mahkluk teriak memanggilku. Mereka fansku dikampus maybe...^_^ Langsung jalan ke terminal, rada macet karena pas jam pulang, tapi untung ga hujan. Tiba di terminal skitar pukul 4, lalu parkir. Tak begitu rame, pertanda doaku terkabul. Aku tadi berdoa agar orang yang mau naik bus pada pindah naik kreta, dan terbukti, Amien... Langsung masuk bayar peron, dan jalan sok cool menghindari rebutan penumpang. Dapet bus sk tapi tak pake ac. Ga papa yg penting dapat tempat duduk di tengah.
Ow ya kawanku itu inisial namanya ju...ju...t jelas terbaca dan pasti nama aslinya ^_^ piss!! Kenalnya ga tau dimana, cuma dulu kalo ga salah satu atap. Atap sekolahan maksudnya. Terus sekarang kebetulan sama-sama kuliah di surabaya. Mungkin dia lagi kangen ma keluargae, katae uda lama ga pulang semenjak UTS lalu. Wah, kalo dia laki mungkin cocok jadi bang toyib ^_^.
Selama perjalanan naik bus, biasa ja kaya orang yang naik bus. Kalo ga melek ya merem ^_^. Tapi geje nek baru naik langsung merem. Ya ngobrol ga jelas lebih bisa dimaklumilah. Sekedar ngilangin bosen. Saking asik ngobrol, gak kerasa nek udah nyampek caruban. Jadi bentar lagi nyampek sudah dikotaku madiun. Tapi parahnya sampai balerejo nglames, rasae mata berat banget buat tetep melek. Melamun dikit aja uda jadi mimpi. Gak lucu kalo kebablasan. Bersih keras usahaku tetep melek, sampek lupa kalo aku lapar sebenere, akhirnya perjalananku naik bus ini kuanggap sukses. Tak ada gangguan seperti kemarin yang digrayangi mbok2... Diluar itu aku sampai madiun dengan sehat dan utuh. Juga masih diakui ibu sebagai anaknya. Muka ga kaya di face off walaupun asline emang item. Si jujut pulang dijemput ibunya, aku dijemput kawanku.
Ya begitulah mungkin satu lagi komedi kehidupan diputar buatku. Mungkin ada nama yang bersangkutan di atas sory nek nyinggung. Ni cuma nyoba ngebeki blog ae. Just kidding tentunya!! ^_^
Langganan:
Postingan (Atom)
Blog Archive
About Me
- fahma alfian
- kopipun berubah jadi susu seiring aku melangkah untuk belajar... bukan tentang pahitnya kopi, bukanpula manisnya susu... mereka sama-sama benar pada ruang dan waktunya masing-masing......