porong pukul sibuk
Ini waktu aku balik dari malang sendiri. Rencana sih pulang pagian, cuman hawa dingin dmalang bikin betah tidur. Sampai pukul setengah sebelas, shbis mandi n ritual kbersihat tiap pagi tentunnya, barulah aku kendarai motor honda supra fit aku. Jalanan smakin mninggalkan kota Malang, namun msih tersisa hawa dingin khas malang. Smpai lepas pandaan tiba2 hujan turun, nampak awan hitam sperti daerah ini sedang brkabung. Tapi aku ga mau buang2 wktu untuk berkbung pula. Aku percpat lajuku, skalian mencari tmpat berteduh yang nyaman. Tak sampai 5 menit ternyata hujan uda reda, aku pun mengurungkan niatku ke warung n kmbali mnggilas aspalan malang-surabaya. Hampir satu jam aku berkendara, n sampailah aku di jalan porong. Bgitu ekstrim, tbuh cungkring ini branjak dari tempat yg dingin seolah diterjunkan pada cawan yg terbakar. Panas bgt, ditambah macet, polusi HAH!! Siapa trusan aku marah kpada??? Dan merasakan macet disini sungguh menyedihkan dengan keadaan alamny yg tak ada sedikitpun enak dipandang.
Sampai saat pkiranku terbang dari kepalaku, aku lebih menikmati keadaan ini dengan lebih manusiawi, tetap stay calm, brsikap dewasa.
Stlah terbang skita 3ratus meter, n mulai dia melihat spetak bumi yg terlihat supersibuk di bwahnya. Ada sejenis kumbang raksasa merayap pelan diatas garis htam yg sdah trttup antrian. Itu adalah truk yg muatannya 2kali muatan nrmal shingga trlihat sperti kumbang. Kmudian diantara mkhluk2 bsar broda 4 n lebih, trlhat kerdil2 brjlan lewat celah2. Bgtu penuhnya jalan in sperti antrian panjang menuju kenyamanan. Yap!, kenyamanan berkendara dg lancar. Tiba2 pkiranku brteriak dari atas padaku, dia mngabarkan ada telaga hitam dbalik dinding tanah dsbrang jalan. Aq pun mengerti kalau it adalah bncana yg uda usang. Bncna smburan lmpur yg tlah mmakan skian pmukiman n jelas ratusan kpala hrus khilangan tmpat btduh yg mreka bngun dg kringat mereka. Sring sjnak trlintas mnrtwakan bgitu dunia in dpenuhi hal2 yang tak aq ketahui. Bcra ttg porong pastilah org pasti tahu tntang ap. Yap bncna usang, yg mungkin jd ladang panen bagi tim pnanggulangan bencana alam, namun jd sumber brkabungnya para pnghuninya dulu. Blum lagi knyataan lingkungan skliling bkal mnyusul tergusur. Ntah in dbuat sengaja, atw tak sengaja ga ngerti mw brbuat ap. Tp yg pasti dsini ad orang yg dpat pekerjaan, tp juga bnyak orang yg mrasa khilangan. Smpai akhrnya sadar akan ssuatu keadaan yg datang pasti bwa crita yg brlawanan tp saling melengkapi. Ada suka pasti ada duka, bgitulah kalayak orang sering bilang.
Sampai pada diujung jalan ini, dipintu knyamanan brkndara menuju surabaya. Aq sampaikan makasih bwt tmpat n keadaan yg briku plajaran. Memang aq bkan slah satu dr mreka yg ikut mrasakan dmpak nyata bncana itu. Tp aq yakin ad orang2 seperti aku, ad orang2 yg masih ingat bahwa Allah swt lah yang punya kuasa atas ap yg terjadi dimuka bumi ini, n yakin Allah selalu punya rencana baik bagi hambanya yang baik.
"Subhanallah walhamdulillahu allahuakbar wa lillahilkham..."
Sampai saat pkiranku terbang dari kepalaku, aku lebih menikmati keadaan ini dengan lebih manusiawi, tetap stay calm, brsikap dewasa.
Stlah terbang skita 3ratus meter, n mulai dia melihat spetak bumi yg terlihat supersibuk di bwahnya. Ada sejenis kumbang raksasa merayap pelan diatas garis htam yg sdah trttup antrian. Itu adalah truk yg muatannya 2kali muatan nrmal shingga trlihat sperti kumbang. Kmudian diantara mkhluk2 bsar broda 4 n lebih, trlhat kerdil2 brjlan lewat celah2. Bgtu penuhnya jalan in sperti antrian panjang menuju kenyamanan. Yap!, kenyamanan berkendara dg lancar. Tiba2 pkiranku brteriak dari atas padaku, dia mngabarkan ada telaga hitam dbalik dinding tanah dsbrang jalan. Aq pun mengerti kalau it adalah bncana yg uda usang. Bncna smburan lmpur yg tlah mmakan skian pmukiman n jelas ratusan kpala hrus khilangan tmpat btduh yg mreka bngun dg kringat mereka. Sring sjnak trlintas mnrtwakan bgitu dunia in dpenuhi hal2 yang tak aq ketahui. Bcra ttg porong pastilah org pasti tahu tntang ap. Yap bncna usang, yg mungkin jd ladang panen bagi tim pnanggulangan bencana alam, namun jd sumber brkabungnya para pnghuninya dulu. Blum lagi knyataan lingkungan skliling bkal mnyusul tergusur. Ntah in dbuat sengaja, atw tak sengaja ga ngerti mw brbuat ap. Tp yg pasti dsini ad orang yg dpat pekerjaan, tp juga bnyak orang yg mrasa khilangan. Smpai akhrnya sadar akan ssuatu keadaan yg datang pasti bwa crita yg brlawanan tp saling melengkapi. Ada suka pasti ada duka, bgitulah kalayak orang sering bilang.
Sampai pada diujung jalan ini, dipintu knyamanan brkndara menuju surabaya. Aq sampaikan makasih bwt tmpat n keadaan yg briku plajaran. Memang aq bkan slah satu dr mreka yg ikut mrasakan dmpak nyata bncana itu. Tp aq yakin ad orang2 seperti aku, ad orang2 yg masih ingat bahwa Allah swt lah yang punya kuasa atas ap yg terjadi dimuka bumi ini, n yakin Allah selalu punya rencana baik bagi hambanya yang baik.
"Subhanallah walhamdulillahu allahuakbar wa lillahilkham..."
"kalau jelek baca judulnya aja..."
INTRO :
Assalamu'alaikum wr wb (sebuah pembuka yang terlihat sopan, atau malah cuma sekedar agar terlihat catatan kali ini berbeda).
Yap!! sejak dari awal udah aku usahain agar catatan kali ini terlihat berbeda. Begitu juga seperti halnya juga pada teks pidato atau pada kata pengantar sebuah karya ilmiah, selalu saja sering diberi kalimat puji-pujian kepada Tuhan. Tapi kali ini tidak, tapi justru ungkapan maaf kepada Tuhan, karena telah menyiakan waktu yang diberi hanya untuk menulis catatan jelek ini. Sekaligus juga ngasih tahu kalo ini emang bukan naskah pidato, ataupun makalah. Ini cuma sekedar catatan yang nggak butuh banyak waktu, dan hanya mengejar kekurangan, bukannya kesempurnaan (semoga aja paham dech...)
Tapi tetep aja aku kasih kesamaan karena ini juga termasuk sebuah KARYA, bukannya SAMPAH. (karya menurutku adalah sesuatu yang dihasilkan oleh indera yang dimiliki mahkluk hidup, termasuk juga tulisan ini)
Kesamaannya yaitu tentang UCAPAN TERIMA KASIH. Yang pertama aku tujukan kepada handphone bokap yang aku ambil tanpa sepengetahuannya (marai Hp ku KOit... Haha). Kemudian aku ucapin terima kasih kepada yang udah nggak mau baca judulnya "Kalau Jelek, Baca Judulnya Aja..." karena catatan ini kelihatan begitu jelek kalo dibaca sampai di sini aja.
Yak!! Sebelum masuk ke bagian ''isi'' aku tulis dulu tentang ihwal apa nanti yg ada di isinya, secara singkat. Yakni tentang posisi, atau kondisi buruk. keadaan yang tak pernah kita harapkan. Okelah langsung aja baca bagian isi di bawah ini biar cepet kelihatan jeleknya catatan ini.
ISI :
Nah!! Sebelumnya udah ada penjelasan singkat tentang bagian ini. Yaitu posisi atau kondisi yang buruk, yang tiada pernah kita harapkan untuk terjadi. Tapi sebelum ngelanjutin baca, saya sarankan kepada anda sebaiknya sadarkan diri anda dulu, bahwa diri anda benar-benar manusia yang mau dibilang menjalani hidup (maaf kalau tersinggung...), karena orang hidup itu pasti merasakan hal yang buruk.
Oke!!, kalau udah sadar dan nggak nggak merasa tersinggung, boleh deh lanjutin bacane hehe....
Kembali membahas tentang keadaan yang tak diharap. Kita tahu bahwa hidup itu seperti pada RODA. Kadang di atas, kadang juga di bawah ( ini demi keadilan, di atas terus butuh tenaga lebih, di bawah melulu juga nggak sportif ?!@#$%&*). Yap!!!, hidup ini pasti butuh keadilan (red. baca keseimbangan) yang dibangun atas perbedaan atau "antocondition". Ada siang ada malam, ada hidup ada mati, ada datang ada pergi... Begitu pula dengan keadaan, ada baik ada buruk, ada kala kita rasakan suka, ada kala kita rasakan duka, ada saatnya kita mendapatkan, ada saatnya kita kehilangan...
Itu tadi tentang hidup yang tak lepas dari jeratan pembalasan (red. baca sebab-akibat). Yah!!! kita manusia yang nggak bisa menolak setiap keadaan buruk yang datang. Sering kali mencari kambing hitam atas kesialannya. Mulai dari menuduh kamu, dia, kalian, mereka, dan bahkan ada yang terlewat lancang dengan mengumandangkan Tuhan dan waktulah yang menjadi penyebab keadaan buruk yang dialami. dengan cara memutar balikkan kenyataan, ataupun mengutarakan kenyataan (dalam hal mengutarakan kenyataan, berarti adalah kenyataan hasil olahannpemikiran, jadi selalu aja ada unsur penghapusan / deletion kenyataan yang lebih besar. Misal ketika kita mengatakan "kambing adalah binatang mengembik" kenyataan yang terlalu tabu untuk didengar). Nah!!! dengan menyampaikan kenyataan hasil pemikiran itulah, manusia sering mengaburkan ketidakterimaannya atas keadaan buruk yang ia alami.
Dan kebanyakan manusia ketika mendapat kesialan selalu mencari kambing hitam, tapi juga sering justru mengkambingkan diri sendiri ketika mendapat kenikmatan (kambing teriak kambing ada kali ya...)
Biar lebih nggak jelasnya aku kasih contoh aja yak. Misal, ada seorang anak yang tak merasakan kasih sayang dari ortunya sejak dari kecil, lalu mungadu "Ya Tuhan, kenapa Kau tak adil..." (mbaten "audubilahimindalik...), lalu pada seorang putera pejabat dengan sombong teriak "siapa dulu anaknya!!!, GUE...".
Diluar itu pula, ada sebagian manusia yang menjadikan keadaan yang buruk sebagai gerbang finish satu kehidupan yang dijalani. Tapi sebenarnya justru sebaliknya, keburukan merupakan awal menuju kebaikan bagi yang mau dan tahu
Ingatlah Nabi Muhammad yang hidupnya begitu tersiksa, pada akhirnya menjadi pemimpin para umatnya. Begitu pula dengan rakyat indonesia yang kondisinya begitu memilukan ketika zaman penjajahan hingga pada akhirnya dapat memproklamasikan menjari Republik Indonesia yang merdeka.
Okeh... mungkin inilah kejelekan yang mampu aku buat, ditengah keburukan-keburukan yang lebih buruk yang aku tutupi. Habis ini ada bagian akhir yakni penutup yang tak kalah jeleknya, sehingga anda bisa mengatakan ini benar-benar jelek, dan anda punya alasan untuk cuma baca judulnya saja...
PENUTUP :
Sebelum aku mengakhirinya, saya mau ber"firman" tentang ihwal yang tak kita harapkan. Ketika kita mengalami hal yang buruk, jadikanlah dia sebagai cermin kaca untuk anda mngintrospeksi diri agar menjadi lebih baik. Bukannya malah menghadap dinding masjid ketika mentari menyingsing, jelas cuma bayangan tak jelas yang justru dapat menjerumuskan anda. Dan KEADAAN YANG PALING BURUK ADALAH KETIKA ANDA TAK MAMPU MENGAMBIL HIKMAHNYA
Kemudian saya ucapkan selamat kepada para BONEK yang tetep nekat hanya untuk mengetahui kejelekan catatan kali ini, yang pada akhirnya tetap aja jelek.
Dan seperti sebelumnya bahwa kita itu perlu keseimbangan. Karena dia awal tadi diawali oleh salam, maka kali ini juga aku akhiri dengan salam.
Wassalamu'alaikum wr wb
Assalamu'alaikum wr wb (sebuah pembuka yang terlihat sopan, atau malah cuma sekedar agar terlihat catatan kali ini berbeda).
Yap!! sejak dari awal udah aku usahain agar catatan kali ini terlihat berbeda. Begitu juga seperti halnya juga pada teks pidato atau pada kata pengantar sebuah karya ilmiah, selalu saja sering diberi kalimat puji-pujian kepada Tuhan. Tapi kali ini tidak, tapi justru ungkapan maaf kepada Tuhan, karena telah menyiakan waktu yang diberi hanya untuk menulis catatan jelek ini. Sekaligus juga ngasih tahu kalo ini emang bukan naskah pidato, ataupun makalah. Ini cuma sekedar catatan yang nggak butuh banyak waktu, dan hanya mengejar kekurangan, bukannya kesempurnaan (semoga aja paham dech...)
Tapi tetep aja aku kasih kesamaan karena ini juga termasuk sebuah KARYA, bukannya SAMPAH. (karya menurutku adalah sesuatu yang dihasilkan oleh indera yang dimiliki mahkluk hidup, termasuk juga tulisan ini)
Kesamaannya yaitu tentang UCAPAN TERIMA KASIH. Yang pertama aku tujukan kepada handphone bokap yang aku ambil tanpa sepengetahuannya (marai Hp ku KOit... Haha). Kemudian aku ucapin terima kasih kepada yang udah nggak mau baca judulnya "Kalau Jelek, Baca Judulnya Aja..." karena catatan ini kelihatan begitu jelek kalo dibaca sampai di sini aja.
Yak!! Sebelum masuk ke bagian ''isi'' aku tulis dulu tentang ihwal apa nanti yg ada di isinya, secara singkat. Yakni tentang posisi, atau kondisi buruk. keadaan yang tak pernah kita harapkan. Okelah langsung aja baca bagian isi di bawah ini biar cepet kelihatan jeleknya catatan ini.
ISI :
Nah!! Sebelumnya udah ada penjelasan singkat tentang bagian ini. Yaitu posisi atau kondisi yang buruk, yang tiada pernah kita harapkan untuk terjadi. Tapi sebelum ngelanjutin baca, saya sarankan kepada anda sebaiknya sadarkan diri anda dulu, bahwa diri anda benar-benar manusia yang mau dibilang menjalani hidup (maaf kalau tersinggung...), karena orang hidup itu pasti merasakan hal yang buruk.
Oke!!, kalau udah sadar dan nggak nggak merasa tersinggung, boleh deh lanjutin bacane hehe....
Kembali membahas tentang keadaan yang tak diharap. Kita tahu bahwa hidup itu seperti pada RODA. Kadang di atas, kadang juga di bawah ( ini demi keadilan, di atas terus butuh tenaga lebih, di bawah melulu juga nggak sportif ?!@#$%&*). Yap!!!, hidup ini pasti butuh keadilan (red. baca keseimbangan) yang dibangun atas perbedaan atau "antocondition". Ada siang ada malam, ada hidup ada mati, ada datang ada pergi... Begitu pula dengan keadaan, ada baik ada buruk, ada kala kita rasakan suka, ada kala kita rasakan duka, ada saatnya kita mendapatkan, ada saatnya kita kehilangan...
Itu tadi tentang hidup yang tak lepas dari jeratan pembalasan (red. baca sebab-akibat). Yah!!! kita manusia yang nggak bisa menolak setiap keadaan buruk yang datang. Sering kali mencari kambing hitam atas kesialannya. Mulai dari menuduh kamu, dia, kalian, mereka, dan bahkan ada yang terlewat lancang dengan mengumandangkan Tuhan dan waktulah yang menjadi penyebab keadaan buruk yang dialami. dengan cara memutar balikkan kenyataan, ataupun mengutarakan kenyataan (dalam hal mengutarakan kenyataan, berarti adalah kenyataan hasil olahannpemikiran, jadi selalu aja ada unsur penghapusan / deletion kenyataan yang lebih besar. Misal ketika kita mengatakan "kambing adalah binatang mengembik" kenyataan yang terlalu tabu untuk didengar). Nah!!! dengan menyampaikan kenyataan hasil pemikiran itulah, manusia sering mengaburkan ketidakterimaannya atas keadaan buruk yang ia alami.
Dan kebanyakan manusia ketika mendapat kesialan selalu mencari kambing hitam, tapi juga sering justru mengkambingkan diri sendiri ketika mendapat kenikmatan (kambing teriak kambing ada kali ya...)
Biar lebih nggak jelasnya aku kasih contoh aja yak. Misal, ada seorang anak yang tak merasakan kasih sayang dari ortunya sejak dari kecil, lalu mungadu "Ya Tuhan, kenapa Kau tak adil..." (mbaten "audubilahimindalik...), lalu pada seorang putera pejabat dengan sombong teriak "siapa dulu anaknya!!!, GUE...".
Diluar itu pula, ada sebagian manusia yang menjadikan keadaan yang buruk sebagai gerbang finish satu kehidupan yang dijalani. Tapi sebenarnya justru sebaliknya, keburukan merupakan awal menuju kebaikan bagi yang mau dan tahu
Ingatlah Nabi Muhammad yang hidupnya begitu tersiksa, pada akhirnya menjadi pemimpin para umatnya. Begitu pula dengan rakyat indonesia yang kondisinya begitu memilukan ketika zaman penjajahan hingga pada akhirnya dapat memproklamasikan menjari Republik Indonesia yang merdeka.
Okeh... mungkin inilah kejelekan yang mampu aku buat, ditengah keburukan-keburukan yang lebih buruk yang aku tutupi. Habis ini ada bagian akhir yakni penutup yang tak kalah jeleknya, sehingga anda bisa mengatakan ini benar-benar jelek, dan anda punya alasan untuk cuma baca judulnya saja...
PENUTUP :
Sebelum aku mengakhirinya, saya mau ber"firman" tentang ihwal yang tak kita harapkan. Ketika kita mengalami hal yang buruk, jadikanlah dia sebagai cermin kaca untuk anda mngintrospeksi diri agar menjadi lebih baik. Bukannya malah menghadap dinding masjid ketika mentari menyingsing, jelas cuma bayangan tak jelas yang justru dapat menjerumuskan anda. Dan KEADAAN YANG PALING BURUK ADALAH KETIKA ANDA TAK MAMPU MENGAMBIL HIKMAHNYA
Kemudian saya ucapkan selamat kepada para BONEK yang tetep nekat hanya untuk mengetahui kejelekan catatan kali ini, yang pada akhirnya tetap aja jelek.
Dan seperti sebelumnya bahwa kita itu perlu keseimbangan. Karena dia awal tadi diawali oleh salam, maka kali ini juga aku akhiri dengan salam.
Wassalamu'alaikum wr wb
(maaf jika ada ketidaksepahaman, tapi aku bilang lagi kalau ini cuma mengejar kekurangan, bukannya kesempurnaan)
bangunin aku....
hwoi ker!!! bayangin nih kalo bisa hidup punya pemimpin yang ber-aura bijak. Bertetangga orang kaya yang enteng buat ngasih santunan. Ditambah lingkungan yang menjadikan forum sbagai jalan keluar sebuah masalah. Bakal damai banget rasanya hidup.
Tapi sayang, kedamaian itu cuma sampai bayang renungan saja. Sedangkan kenyataanya masih jauh ikan dengan mata pancing....
Memang mencari pemimpin itu tak semudah menebak warna pelangi. Apalagi dengan kondisi masyarakat yang terlah lupa dengan jati dirinya. Untuk memutuskan sebuah perkara saja kudu direwangi lewat kelokan berliku, musti menaika tangga pemaksaan pendapat, selalu menyusuri lorong konflik, bahkan nekat njebur ke jurang kericuhan. Dimana anarkisme sudah mendarah daging, dan berlatar belakang kepentingan individu atau semata kelompoknya. Hasilnya hanya pertikaian semata, dan semakin memperkeruh keadaan yan terlanjur terkontaminasi masalah.
Akan tetapi seberapa pun remuk negeri ini, janganlah kita putus asa. Tidak lain ini adalah tanah kita, dimana kita akan menghabiskan sisa usia disini, akan menjadi bangkai berbalut tanah ini, makan mandipum kita dari tanah air ini. Memang sangat sulit mencari sosok pemimpin yang perfect. Tapi setidaknya kita tak sampai salah pilih pemimpin dengan sosok semau gue, memutuskan sesuatu dengan embel-embel poko'e, memebri kebijakan yang "sekarepe dewe".
Maka marilah kita tanamkan akhlakul kharimah kepada para pemimpin. Begitu juga kepada para orang-orang kaya sehingga sadar bahwa diantara limpahan hartanya itu ada hak milik para fakir miskin. Danjuga mari kita tanamkan pada diri masyarakat kita untuk "tepo seliro marang tengen kiwo, ora macak budeg marang wong liyo, nalika nyekak ukoro ora mateni roso, ngerti kabeh dulur tunggal lemah, sanajan musuh bedo weroh ora bakal tandur kesruh". Andaikan semua itu terwujud, alangkah lebih indahnya hidup bergaduh, dari pada menjadi bangkai kesepian berbalut tanah. Tapi, HWOI..!!! bangunkan aku dari mimpi ini tolong...!!!??@@##
Tapi sayang, kedamaian itu cuma sampai bayang renungan saja. Sedangkan kenyataanya masih jauh ikan dengan mata pancing....
Memang mencari pemimpin itu tak semudah menebak warna pelangi. Apalagi dengan kondisi masyarakat yang terlah lupa dengan jati dirinya. Untuk memutuskan sebuah perkara saja kudu direwangi lewat kelokan berliku, musti menaika tangga pemaksaan pendapat, selalu menyusuri lorong konflik, bahkan nekat njebur ke jurang kericuhan. Dimana anarkisme sudah mendarah daging, dan berlatar belakang kepentingan individu atau semata kelompoknya. Hasilnya hanya pertikaian semata, dan semakin memperkeruh keadaan yan terlanjur terkontaminasi masalah.
Akan tetapi seberapa pun remuk negeri ini, janganlah kita putus asa. Tidak lain ini adalah tanah kita, dimana kita akan menghabiskan sisa usia disini, akan menjadi bangkai berbalut tanah ini, makan mandipum kita dari tanah air ini. Memang sangat sulit mencari sosok pemimpin yang perfect. Tapi setidaknya kita tak sampai salah pilih pemimpin dengan sosok semau gue, memutuskan sesuatu dengan embel-embel poko'e, memebri kebijakan yang "sekarepe dewe".
Maka marilah kita tanamkan akhlakul kharimah kepada para pemimpin. Begitu juga kepada para orang-orang kaya sehingga sadar bahwa diantara limpahan hartanya itu ada hak milik para fakir miskin. Danjuga mari kita tanamkan pada diri masyarakat kita untuk "tepo seliro marang tengen kiwo, ora macak budeg marang wong liyo, nalika nyekak ukoro ora mateni roso, ngerti kabeh dulur tunggal lemah, sanajan musuh bedo weroh ora bakal tandur kesruh". Andaikan semua itu terwujud, alangkah lebih indahnya hidup bergaduh, dari pada menjadi bangkai kesepian berbalut tanah. Tapi, HWOI..!!! bangunkan aku dari mimpi ini tolong...!!!??@@##
Langganan:
Postingan (Atom)
Blog Archive
About Me
- fahma alfian
- kopipun berubah jadi susu seiring aku melangkah untuk belajar... bukan tentang pahitnya kopi, bukanpula manisnya susu... mereka sama-sama benar pada ruang dan waktunya masing-masing......