KBU 17
di sini... di ruang ini!!
di sebuah dunia edan,
ini ruang yang misteri,
dirahasiakan dari mata karma,
ruang yang aneh,
diluar dingin,
tapi di dalam hujan hasrat,
berada di paling sudut antara sudut,
ruang yang menyulap penghuninya buta akan masa,
atau malah waktu yang ternyata menarik bilik itu dari zaman tak etis,
bilik yang tak lebih besar dari WC umum ini,
membuat jemari muda menjadi dewasa.
mengubah mata polos jadi mata keranjang,
"khusus 17 th keatas" hanyalah wacana yang emang hanya dibaca,
nyatanya malah untuk ospek menjadi 17 th keatas,
pas dengan nomor 17,
ya... KBU no 17 yang membiru,
sebiru film itu,
KBU 17=ruang tak kenal waktu....
di sebuah dunia edan,
ini ruang yang misteri,
dirahasiakan dari mata karma,
ruang yang aneh,
diluar dingin,
tapi di dalam hujan hasrat,
berada di paling sudut antara sudut,
ruang yang menyulap penghuninya buta akan masa,
atau malah waktu yang ternyata menarik bilik itu dari zaman tak etis,
bilik yang tak lebih besar dari WC umum ini,
membuat jemari muda menjadi dewasa.
mengubah mata polos jadi mata keranjang,
"khusus 17 th keatas" hanyalah wacana yang emang hanya dibaca,
nyatanya malah untuk ospek menjadi 17 th keatas,
pas dengan nomor 17,
ya... KBU no 17 yang membiru,
sebiru film itu,
KBU 17=ruang tak kenal waktu....
Cuma Bukan Diriku
aku bukanlah sepenggal nama,
bukan sebuah panggilan,
aku bukan pula diriku,
aku bukanlah aku...
aku bukanlah teman kau,
bukan juga musuh kau,
aku bukanlah aku...
aku bukanlah anak kau
juga bukan kakak, atau adik kau,
aku bukanlah diriku...
aku bukan muridmu,
bukan pula siswamu,
bukan aku...
aku bukan yang kau sayangi, atau kau cintai,
juga bukan yang kau benci,
bukan diriku...
aku bukan yang kau kata hiperbolist,
juga bukan yang kau bilang pasif,
bukanlah aku...
aku cuma tulang berbalut daging bernyawa,
yang diberikan anugerah oleh-Nya,
sehingga aku punya nama indah,
lalu aku dipanggil dengan sebutanku,
dan aku juga bisa merasakan indahnya persahabatan,
dan memberiku arti bahwa musuh itu bukan orang lain,
memberiku orang tua yang bisa memanjakan setiap helaan nafasku,
menganugerahkan kepadaku saudara yang menjadi cermin,
mengirimkan padaku guru yang dikata tanpa tanda jasa,
menyelipkan padaku rasa cinta dan juga benci, sehingga aku bisa merasakan jatuh cinta,
dan rasanya benci walau itu perih,
lalu aku bisa berbuat lebih, bahkan berlebihan,
tapi juga pernah jadi batu pada sebuah keadaan...
aku cuma bukan diriku....
bukan sebuah panggilan,
aku bukan pula diriku,
aku bukanlah aku...
aku bukanlah teman kau,
bukan juga musuh kau,
aku bukanlah aku...
aku bukanlah anak kau
juga bukan kakak, atau adik kau,
aku bukanlah diriku...
aku bukan muridmu,
bukan pula siswamu,
bukan aku...
aku bukan yang kau sayangi, atau kau cintai,
juga bukan yang kau benci,
bukan diriku...
aku bukan yang kau kata hiperbolist,
juga bukan yang kau bilang pasif,
bukanlah aku...
aku cuma tulang berbalut daging bernyawa,
yang diberikan anugerah oleh-Nya,
sehingga aku punya nama indah,
lalu aku dipanggil dengan sebutanku,
dan aku juga bisa merasakan indahnya persahabatan,
dan memberiku arti bahwa musuh itu bukan orang lain,
memberiku orang tua yang bisa memanjakan setiap helaan nafasku,
menganugerahkan kepadaku saudara yang menjadi cermin,
mengirimkan padaku guru yang dikata tanpa tanda jasa,
menyelipkan padaku rasa cinta dan juga benci, sehingga aku bisa merasakan jatuh cinta,
dan rasanya benci walau itu perih,
lalu aku bisa berbuat lebih, bahkan berlebihan,
tapi juga pernah jadi batu pada sebuah keadaan...
aku cuma bukan diriku....
ae ga' donk...
aku bingung,
yah!!!! cerita ini membuatku bingung,
aku bilang cerita ini "mulek"
ga' ada alur,
bahkan latarbelakanya pun mungkin karena tak sengaja.
tapi tetaplah aku lanjutkan,
meski aku nga' tau akhirnya seperti apa,
mungkin karena sikap,
sikap keras kepala ini yang membuat cerita ini tabu,
cerita dengan setting "suka yang terbungkus canda",
tapi cerita ini indah,
karena meminta ku untuk berfikir tentang bagimana endingnya,
tak satupun yang menginginkan lara yang berawal dari suka,
karena lara itu akan berasa lebih lama...
yah!!!! cerita ini membuatku bingung,
aku bilang cerita ini "mulek"
ga' ada alur,
bahkan latarbelakanya pun mungkin karena tak sengaja.
tapi tetaplah aku lanjutkan,
meski aku nga' tau akhirnya seperti apa,
mungkin karena sikap,
sikap keras kepala ini yang membuat cerita ini tabu,
cerita dengan setting "suka yang terbungkus canda",
tapi cerita ini indah,
karena meminta ku untuk berfikir tentang bagimana endingnya,
tak satupun yang menginginkan lara yang berawal dari suka,
karena lara itu akan berasa lebih lama...
Langganan:
Postingan (Atom)
Blog Archive
About Me
- fahma alfian
- kopipun berubah jadi susu seiring aku melangkah untuk belajar... bukan tentang pahitnya kopi, bukanpula manisnya susu... mereka sama-sama benar pada ruang dan waktunya masing-masing......