Aku kembali

Uyeee... Haihaihai, akhirnya setelah tersesat dalam pencarian, dan lebih tepate mungkin masa vakum kemarin diberikan untuk aku agar membuatku belajar. Agar seketika aku kembali, kubawa sebuah hal baru, yang lebih menarik. Dan sekarang kudapat kembali ke sini. Buat mulai posting2 gak jelas lagi, buat sedikit macak2 pinter lewat beberapa pandangan, buat sering cerita alay lagi.

Sekarang sedikit menengok yang kemarin. Sekedar nulis kenapa dengan yang kemaren. Seperti yang ditulis di atas, kalo gak percaya cek lagi aja, kalo perlu diulang2 sampai hafal. Kalo sudah hafal segera update status fb tuduh posting ini NGGILANI, dijamin banyak yang nge-like. Yap, di atas yang aku maksud adalah kata pertapaan. Dan bisa dikatakan kemaren itu masa pertapaan aku. Eits... Aku bukan dukun dengan muka mistis dengan pembawaan mistis. Pertapaan yang aku maksud ialah, fase dimana dalam kurun waktu itu aku secara tidak langsung introspeksi, mencari bahan dari alam semesta. Lewat fenomena2 yang kualami selama masa pertapaan kemaren semoga setelah ini aku lebih kaya dalam menulis. Banyak fenomena2 yang menjadi pelajaran. Dan termasuk apa yang ingin dipublish setelah ini.

Pertapaan yang lama kemarin banyak kesan dan pesan yang juga wajib aku tulis setelah ini. Gak bisa aku ceritakan sekarang karena SAKENG terlalu banyaknya. Yang jelas semangatku kembali lagi.

Satu kutipan yang juga kudapat dari pertapaan kemaren. Setelah bertemu dengan tokoh2 fenomenal, satu ayat yang aku dapat simpulkan adalah

"aku adalah generasi yang sedang dipuji atau justru disalahkan oleh pendahulu. Namun seketika sadar, aku harus meyadari, bahwa aku bukanlah. Menerima bahwa aku dilahirkan untuk mencari alasan pantas untuk hidup. Bahwa aku akan lebih dewasa. Bahwa, perbedaan adalah anugerah, seketika itu aku menyadari, bahwa aku tidak pernah aku. Aku hanya mengaku, terus mencari aku hingga tiba waktuku".

Gak jelas 1

Uh... Entah dengan apa yang tertulis oleh perasaan malam ini. Semangatku hilang, untuk bicara, untuk turut becanda, untuk mengucap maaf ma ibu, untuk segera memikirkan kontrakan yang sedang rusak, untuk mengerjakan tugas-tugas makalah, untuk segalanya. Tak ada yang ingin diingat, tak ada yang ingin direncanakan, tak ada yang ingin sedang dikerjakan. Bosan sudah... Kembali kepada "entah". Bukan gak jelas... Ow ya gak jelas, itu jawabnya sebelum aku tidur.

BUKANKAH...

bukankah...

awalnya kita bermain petak umpet dalam lebat rimba

kau mencari aku sembunyi, ku mencari kau sembunyi

sampai kita bosan dan memilih berjalan menikmati gemerlip embun diujung daun pinus

meniti setapak bergandengan

sampai jalan terhadang ilalang

dan kabut turun selimuti pandangan

tapi seakan bukan tujuan

terus berjalan meraba jejak-jejak

itupun kita masih bisa kembali tersenyum bukan

bukankah...

sama-sama pernah kita terperosok ke jurang

dan sempat menikmati sambil meraba juga mencumbu awan

kita nampak masih bahagia menunggangi ketinggian

lalu bersama kita tersadar

berusaha meraih dengan memukul dan mencakar-cakar langit

kita paniik kita melapas genggam

tersadar kita dari mimpi itu

sayang tempat jatuh kita sangat berjauhan

aku berusaha mencari

sedang aku tak tahu apakah juga sama-sama saling mencari

berharap jika ya, satu titik akan bertemu

ditengah garis jejak-jejak kita mencari

namun terasa lama, hingga berharap cukuplah mayatmu ku dapat

namun sungguh malapetaka jika ku tahu aku tak menemukanmu...

About Me

Foto Saya
fahma alfian
kopipun berubah jadi susu seiring aku melangkah untuk belajar... bukan tentang pahitnya kopi, bukanpula manisnya susu... mereka sama-sama benar pada ruang dan waktunya masing-masing......
Lihat profil lengkapku